fUtuRe pLaN..
Hidup perlu rencana..? seberapa pentingkah? merencanakan ke surga atau neraka? bagaimana mewujudkan rencana itu? tentunya dengan melakukan aktivitas/amal yang fokus/sesuai dengan rencana itu..(inspirator: H. Mugiono)
Hidup perlu rencana..? seberapa pentingkah? merencanakan ke surga atau neraka? bagaimana mewujudkan rencana itu? tentunya dengan melakukan aktivitas/amal yang fokus/sesuai dengan rencana itu..(inspirator: H. Mugiono)
rasyid berkata,
April 9, 2008 pada 9:52 pm
kadang rencana sudah dibuat, ada yang tercapai ada yang gagal juga, tetapi katanya gagal itu tidak ada, seseorang yang melaksanakan rencananya, walaupun gagal orang itu sudah dianggap sukses yaitu sukses melaksanakan rencananya, sedang orang yang tidak sukses adalah orang yang tidak punya rencana, walaupun disaat itu mendapat hasil yang besar tetapi bukan dari rencana tetapi kebetulan, artinya tidak ada usaha.
Alloh lebih melihat usaha yang dilakukan bukan hasil akhir
ciksriyanto berkata,
April 10, 2008 pada 4:47 pm
terima kasih mas rasyid atas komentarnya, … semakin memperkaya tulisan ini..
Nandhez berkata,
April 11, 2008 pada 9:43 pm
Rencana adalah konsep atau rancangan untuk memperoleh tujuan dari apa yang kita inginkan… hidup tanpa rencana berarti hidup tanpa tujuan… Jika kita ingin memperoleh kehidupan yang baik,, baik di dunia maupun di akhirat marilah mulai sekarang kita bertaqwa kpd Allah SWt. dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya… Insyaallah kita akan mendapatkan kemudahan baik di dunia maupun di akhirat….. Dan kita terhindar dari panasnya api neraka….. Aminnnn…….
Wahid berkata,
Januari 15, 2009 pada 2:02 pm
Untuk membuat perencanaan kita musti tahu status dan posisi kita saat ini di tengah luasnya samodra kehidupan. Kita saat ini berada di titik ordinat sekian LU/LS dan sekian BT, altitude sekian, titik UTM sekian, dsb. Setelah itu kita baru bisa membuat rencana mau ke Barat/Timur/Selatan/Utara? Mau cari apa? Mau ketemu siapa? Langkah tempuhnya bgm, jarak lurus berapa km, jarak liku2 di lapang berapa km, hambatan yg dpt diperhitungkan apa saja, tingkat harapan keberhasilan (probabilitasnya) berapa persen? Modal apa yg diperlukan (dana, energi, waktu, ilmu, amal, dsb, dsb).
Utk m’buat prncanaan hidup maka kita musti tahu dulu: 1. Darimana asal hidup, 2. Untuk apa kita hidup, dan 3. kemana akhir kesudahan hidup ini?
Langkah yg akan kita ambil adl sangat tgt pd jawaban dari ke-3 pertanyaan di atas.
Pertanyaan itu adl pertanyaan ideologis, sangat mendasar, dan sangat membutuhkan jawaban, yg nantinya jawaban itu akan menentukan sikap hidup setiap orang.
Ideologi Sosialisme-Komunisme:
1) Kita b’asal dari materi, (tak ada yg namanya Pencipta, Tuhan, itu ga ada).
2) hidup untuk memuaskan diri secara komunal/komunisme/sama2, dn siap2 mengalami proses2 b’bagai kbetulan material (tiada Sang Pencipta, semua hanya terjadi tiba2 dan kebetulan), manusia, tanah dan peralatan hidup adalah faktor produksi belaka, ketika sudah tak produktif, mendingan dibunuh saja;
3. utk kmd mati lebur menjadi materi kembali
Bisa kita bayangkan sepak-terjang orang yg isi polo-nya spt itu.
Ideologi Kapitalisme-Sekularisme:
1. Kita ada, terjadi karena sudah ada dan terjadi, entah dari mana, ga penting. Bagi yg percaya adanya tuhan ya silahkan, tapi jangan ganggu yg tidak percaya, kita masing2 saja, junjung itnggi HAM.
2. Kita hidup di dunia adl utk menikmati hidup dan kebebasan, negara pun dibentuk untuk melindungi kebebasan (a. Kebebasn berkepercayaan, b. Kbbsan berpendapt, c. Kebbsan berperilaku, d. kbbsan mengekspresikan diri, dll). Arus nilai ditentukan oleh yang kuat (yg paling banyak didukung oleh massa, yg duitnya banyak bisa mmbeli dukungan massa sebanyak2-nya dg duitnya)
3. Pasca kematian, ya, udah, habis. Bagi yg percaya ada Tuhan, Neraka, Surga, ya silahkan saja, tapi jangan ganggu yg tidk prcaya. Kita bikin negara jangan pakai agama, pakai saja ukuran2 yg disepakati oleh pihak terbanya. Halal/haram, baik/buruk, benar/salah ditentukan oleh arus opini dan suara serta pendukung yg terbanyak. Agama hanya dilokalisir di wilayah individu saja, jangan di-bawa2 dlm ngurusi negara.
Ideologi Islam:
1. Kita berasal dari Allah, Sang Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Perkasa, Pencipta Alam Semesta.
2. Kita dicipta untuk mengabdi kpd Allah [QS.51:56] dg cara yg ditunjukkan oleh Allah & Rasul-Nya, dg menerapkan/mengikuti system yg dicanangkan oleh Rasulullah, dg tata-nilai yg diberikan oleh ALlah.
3. Pasca kematian kita masing2 bakal menerima balasan (surga: bagi yg selama hidupnya di dunia memiliki persentase kompatibilitas yg tinggi dg hukum Allah, neraka: bagi yg selama hidupnya memiliki % kompatibilitas rendah).
Kita sangat bebas memilih ideologi mana yg akan kita anut, kita sangat bebas untuk menerima sistem nilai Islam atau menolaknya. Hanya kita tidak memiliki kebebasan memilih AKIBAT dari pilihan2 tersebut.
Di dalam membuat perencanaan kita tak bisa lepas dari cara pandang ideologis kita di dalam hidup.
Qulil haqqu min robbikum. Fa man syaa-a fal yu’min, wa man syaa-a fal yakfur [QS.18:29]. Allah sudah definisikan segala macam nilai. Siapa yg mengikuti definisi-Nya maka itulah orang yg beriman. Kalau kita mau, silahkan beriman. Allah tak akan menjadi untung, gara2 keimanan seluruh manusia di dunia. Siapa yg memilih definisi selainnya, maka itulah orang yg kafir. Kalau kita mau, silahkan kafir. Allah tak akan rugi walaupun manusia seluruh dunia ini kafir semuanya.
Laa ikrooha fid diin [QS.2:56]
ciksriyanto berkata,
Januari 19, 2009 pada 10:20 pm
Thanks ya pak Wahid atas koment-nya… semoga kita dapat selalu istiqomah ya Pak?